Menjadi Lulusan yang Bermandat dan Bermartabat

Menjadi Lulusan yang Bermandat dan Bermartabat

Selasa 19 Agustus 2014 bertempat di Hotel Patra Jasa Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang menggelar acara Wisuda Bersama bagi Sarjana Keperawatan yang ke IV, Ahli Madya Keperawatan yang ke XXVI dan Ahli Madya Kebidanan yang ke V yang diikuti sebanyak 324 lulusan yang terdiri dari 99 lulusan Sarjana Keperawatan, 107 lulusan Ahli Madya Keperawatan dan 118 Lulusan Ahli Madya Kebidanan.
Wisuda bersama yang dilaksanakan tersebut merupakan pengukuhan atas selesainya studi yang diwujudkan dalam prosesi pelantikan melalui rapat senat serta upacara yang sangat penting dalam tradisi keilmuan di perguruan tinggi. Dibalik seremoni wisuda yang intinya disimbolkan dengan pemindahan tali toga oleh Ketua kepada para wisudawan wisudawati memiliki beberapa makna yang sangat mendasar, yaitu: sebagai akhir dari proses studi dan dimulainya proses studi di dunia masyarakat yang kondisinya, populasinya dan dinamikanya lebih luas.

Untuk wisudawan wisudawati terbaik dari program S1 keperawatan diraih oleh Reny Yulita Sari dengan IPK 3,91, dari program D3 keperawatan diraih oleh Iga Septifa dengan IPK 3.90 dan untuk program studi D3 kebidanan diraih Mira Nur Azizah dengan IPK 3,79.
Ketua STIKES Telogorejo Semarang dr Murti Wandrati, M Kes dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawan wisudawati atas keberhasilan dalam menempuh pendidikan dan memperoleh gelar sebagai Ahli Madya Keperawatan, Ahli Madya Kebidanan dan Sarjana Keperawatan, Beliau berharap para wisudawan ahli madya telah siap untuk terjun mengabdikan diri kepada masyarakat, sedangkan para wisudawan sarjana keperawatan, diharapkan menempuh studi program profesi karena sebagai tenaga perawat professional dipersyaratkan untuk pendidikan profesi ners. Ingat selalu pada 4 prinsip dasar moral dalam menjalankan profesi, yaitu asas beneficence, non-maleficence, autonomy dan justice untuk memberikan yang terbaik bagi para pasien, dan mewujudkan keselamatan pasien sebagai komitmen.
“Upacara wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan studi, tetapi menjadi titik awal proses pembelajaran dimana bukan hanya tantangan tuntutan akan mutu pelayanan profesi yang tinggi, juga persaingan yang semakin ketat tidak hanya dari saudara sesama anak negeri tetapi juga dari Negara lain, mengingat tahun 2015 akan mulai dibuka masyarakat ekonomi Asean” pesan dr Murti.
Pada kesempatan itu Koordinator Kopertis Wilayah VI, Prof. Dr DYP Sugiharto, M Pd Kons, turut hadir dan sekaligus memberikan sambutannya. Dalam sambutannya beliau menyampaikan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi di STIKES Telogorejo Semarang. Dan mengharap proses studi secara otomatis berpindah dari kampus STIKES ke kampus masyarakat yang kondisi, populasi dan dinamikanya lebih luas, bukan hanya di Semarang, Jawa Tengah, tetapi di wilayah Indonesia. Pada kesempatan itu juga beliau menyampaikan bahwa nanti pada bulan Desember 2015, wilayah kampus masyarakat melebar menjadi 10 kawasan Negara ASEAN pada saat kebijakan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN dijalankan yaitu tidak ada batas lagi jasa atau produksi pada 10 negara Asean sehingga kompetisi dalam mencari tenaga kerja bebas untuk 10 kawasan Negara ASEAN.
“Ada 2 syarat yang berlaku secara internasional supaya menang berkompetisi dengan tenaga kerja dari 9 ASEAN yaitu menjadi ahli madya dan sarjana yang bermandat dan bermartabat, bermandat artinya lulusan yang diluluskan oleh lembaga atau institusi yang diakui pemerintah, bermartabat artinya lulusan yang memiliki kompetensi akademi, kompetensi kreatif, kompetensi kerjasama dan kompetensi etika” papar Prof. Dr DYP Sugiharto sekaligus mengakhiri sambutannya.
Prosesi wisuda ditutup oleh penampilan paduan suara mahasiswa serta berfoto bersama.