Menjadi Mahasiswa Keperawatan Tidak Menghalangi Untuk Berkembang

Menjadi Mahasiswa Keperawatan Tidak Menghalangi Untuk Berkembang

Menjadi mahasiswa keperawatan di Stikes Telogorejo Semarang tidak menyurutkan semangat Diyah Amartiwi untuk menyalurkan hobi menulisnya, baru-baru ini Diyah membawa kabar gembira kembali dengan menyambet 30 nominator terbaik dalam acara lomba cipta esai nasional yang diadakan oleh LPM Obsesi IAIN Purwokerto, yang mana ajang lomba cipta esai nasional ini merupakan ajang tahunan dari LPM Obsesi. Pesertanya pun dari berbagai provinsi di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Sulawesi. Tema lomba cipta esai nasional ini yaitu “Indonesia dan Teknologi: Antara Masyarakat Primitif dan Progresif” yang mana diikuti oleh 300 peserta dan dipilih 30 nominator terbaik untuk diundang ke IAIN Purwokerto dalam acara seminar dan launching buku. Diyah didampingi oleh Bu I’ien Noer’aini yang mana sebagai pembina Badan Eksukitif Mahasiswa serta Ketua Prodi D3 Keperawatan pergi ke Purwokerto untuk menghadiri acara tersebut. Walaupun Diyah belum menyabet gelar juara dalam acara Nasional tersebut namun banyak sekali pengalaman yang didapatkan oleh Diyah. Salah satunya dapat berdiri di depan ratusan undangan untuk memberikan sambutan peserta serta hiburan kepada ratusan undangan.

Hal tersebut memberikan motivasi tersendiri untuk Diyah, apalagi esainya yang berjudul “Pengembangan Teknologi Internet sebagai media pembelajaran di kalangan masyarakat gunung lawu dalam rangka mempersiapkan Indonesia emas tahun 2020” ini masuk kedalam buku Antalogi dan menjadi salah satu esai favorit pembaca. Diyah mengungkapkan bahwa walaupun tidak menyabet juara pertama namun dia begitu bersyukur dapat mendapatkan banyak wawasan terbaru mengenai dunia tulis ini. Mahasiswi yang juga aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa dan menjadi Ketua Enjoy English Club Stikes Telogorejo ini ternyata juga menjabat sebagai freelance writer di perusahaan outsourching Indowriter/Cakrawriter yang berpusat di Jogjakarta tersebut mengungkapkan bahwa dia tidak akan berhenti sampai disini dan dia berharap bahwa seluruh mahasiswa Indonesia khususnya Stikes Telogorejo juga memiliki minat tulis yang tinggi serta memiliki daya tarik terhadap dunia tulis. Karena baginya menulis tidak membatasi jurusan melainkan menambah wawasan.