STIKES Telogorejo Perkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Melalui Program Beasiswa Peduli Indonesia Timur

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo kembali menggelar wisuda tahun ini pada Rabu (19/09) di Ballroom Grand Rama Shinta, Patra Jasa Convention Hotel Semarang. Kali ini Stikes Telogorejo berhasil  meluluskan sebanyak 241 wisudawan yang terdiri dari 75 orang Profesi Ners, 117 orang  Ahli Madya Keperawatan, dan sebanyak 49 orang Ahli Madya Kebidanan.  Lima di antaranya adalah wisudawan yang berasal dari putra-putri pilihan Indonesia Timur yang merupakan program beasiswa penuh STIKES Telogorejo bertajuk Peduli Indonesia Timur.

Program beasiswa penuh tersebut sudah dicanangkan sejak 2012 silam. Ketua STIKES Telogorejo, Murti Wandrati mengungkapkan pihaknya selalu merekrut 10 putra-putri Indonesia Timur, baik dari Jayapura maupun Nusa Tenggara Timur setiap tahun untuk dibiayai guna menempuh studi di STIKES Telogorejo. Mereka mendapatkan fasilitas berupa biaya kuliah, tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh studi, dan harus kembali ke daerah asal setelah lulus guna membangun daerah asal dibidang kesehatan Hingga saat ini, STIKES Telogorejo telah meluluskan 13 orang dan masih akan terus bertambah melalui program ini.

“Meskipun kecil, ini merupakan karya nyata yang dipersembahkan oleh Yayasan Kesehatan Telogorejo  sebagai wujud, kecintaan, solidaritas masyarakat Jawa Tengah untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.  Ungkapan terima kasih atas jalinan kerjasama ini pun diungkapkan oleh Sekretaris Daerah  Kabupaten Jayapura, Yerry F. Dien saat hadir memberi sambutan wisuda.

“Terima kasih kepada Yayasan Kesehatan Telogorejo atas beasiswa yang telah diberikan kepada putra-putri kami di Indonesia Timur. Putra-putri kami banyak mendapatkan pendidikan yang sangat baik selama berada di sini,” ujarnya. Harapan Yerry selanjutnya, teruntuk lulusan putra-putri Indonesia Timur dapat mendharma bhaktikan ilmu dan keterampilannya di wilayah Jayapura khususnya.

Sesuai dengan syarat program beasiswa ini, setiap putra-putri Indonesia Timur yang berhasil lulus, harus kembali bekerja ke kampung halamannya dan tidak diperkenankan mengikuti seleksi kerja yang diselenggarakan STIKES Telogorejo. Murti mengatakan pula, bahwa STIKES Telogorejo telah menjalin kerjasama di beberapa Rumah Sakit di Indonesia Timur agar memudahkan penempatan kerja bagi lulusan program ini. Seperti Novarista Gerda Dwaa salah satu lulusan asal Jayapura dengan predikat cumlaude (3.62) yang menempuh studi di D3 Keperawatan angkatan 2015 telah diterima di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura. Lebih jauh, Murti berharap Pemerintah Daerah Jayapura dapat menjalin kerjasama dengan ikut bergabung dalam program beasiswa ini agar lebih banyak putra-putri Indonesia Timur yang dapat menempuh studi di STIKES Telogorejo. (DW)