Workshop Training For Trainers Modul Soft Skill

Menjadi seorang profesional tidaklah mudah, bukan hanya diperlukan hard skill tetapi juga soft skillSoft skillmerupakan sikap atau perilaku individu dan sifatnya tidak kasat mata. Biasanya diperoleh melalui pengalaman hidup dan masa lalu. Dalam kehidupan sehari-hari, baik hard skill maupun soft skill harus saling melengkapi. Soft skill bukan dipelajari lewat buku-buku tebal, namun harus dibangun dan dikembangkan dari dalam diri sendiri serta diperlukan seorang mentor agar semakin optimal.

Pada hari Jumat 28/9/2018, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Telogorejo Semarang mengadakan Workshop, “ Training For Trainers Modul Soft Skill”  dengan narasumber Bapak Ferdinand Hindiarto, S.Psi.,M.Psi. Acara dibuka oleh dr. Murti Wandrati, M.Kes selaku Ketua STIKES Telogorejo Semarang, beliau menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk membentuk mentor dari para dosen muda di STIKES Telogorejo Semarang agar mampu menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai soft skill pada mahasiswa sejak berada di lingkungan kampus. Hal ini karena kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya berupa nilai IPK yang tinggi, namun juga perilaku dan komunikasi yang baik. 

Pengalaman yang diperoleh para dosen saat mengikuti workshop ini sangat beraneka ragam mulai dari berkreasi membuat ice breaking sampai dengan roleplay. Para dosen diajak untuk mengeksplore potensi yang ada dalam dirinya agar menjadi mentor yang handal. Tentunya tanpa meninggalkan core value I CARE yang sudah tertanam dalam hatinya. Kemeriahan dan gemuruh pun mewarnai kegiatan ini. Kegiatan yang ditutup pada pukul 17.00 ini banyak memberikan kesan dan pengalaman yang menarik. Para dosen pun terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut.

Ditulis oleh : Linda Kusuma A.