Sudah Konsumsi Vitamin D, Ternyata Tetap Perlu Berjemur

Oleh Pradika Nudya Risalati Rahman
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Anda tentu tidak asing dengan vitamin, kan?Vitamin merupakan salah satu mikronutrisi yang tentu bermanfaat bagi tubuh kita. Apabila kebutuhan vitamin dalam tubuh kita tidak terpenuhi, tentu akan menimbulkan gangguan fungsi tubuh, seperti munculnya penyakit. Saat ini banyak industri dengan beragam iklan menawarkan product suplemen maupun vitamin dengan tujuan menjaga kesehatan tubuh baik untuk mencegah, mengobati, maupun agar tubuh tetap terlihat segar.

Bicara tentang vitamin tentu kita mengenal macam-macam vitamin. Ada vitamin larut Air (Vitamin B dan C) dan ada vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, dan K). Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang tidak kalah penting dari vitamin lainnya untuk dipasarkan. Manfaat Vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang, konsumsi tambahan ibu hamil, mencegah osteoporosis pada manula, mencegah kanker, dan masih banyak manfaat lainnya.

Konsumsi makanan dan buah dengan kandungan Vitamin D tinggi seperti sereal, kuning telur, ikan, dan pisang dirasa kurang untuk memenuhu asupan Vitamin D. Sehingga saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih sediaan suplemen dan tablet untuk memenuhi kebutuhan vitamin D untuk tubuh. Jika dahulu masyarakat terbiasa berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk mendapatkan vitamin D, saat ini masyarakat lebih senang konsumsi Vitamin D dalam bentuk tablet untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

Mereka selain dari konsumsi makanan dan buah, tanpa perlu repot berpanas-panas dibawah sinar matahari pagi. Tetapi, tahukah anda bahwasannya kita tetap harus berjemur di bawah sinar matahari pagi? Sebenarnya vitamin D merupakan satu-satunya vitamin yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh kita. Mengapa demikian, perlu diketahui bahwasannya ketika kita mengkonsumsi vitamin D dari luar baik dari suplemen, tablet, maupun makanan Vitamin D tersebut dalam keadaan inaktif.

Untuk menjadi aktif vitamin D memerlukan bantuan sinar matahari pagi agar terbentuk Vitamin D dalam keadaan aktif yaitu Vitamin D3 (Cholecalciferol). Proses tersebut terjadi di dalam kulit. Vitamin D yang sudah dalam bentuk aktif yang nantinya dapat dimetabolisme lagi sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti digunakanuntuk kesehatan tulang, ginjal, paru-paru, dan fungsi tubuh lainnya. Menurut WHO (World Health Organization) anjuran untuk berjemur cukup dengan waktu 5-15 menit 2-3 kali seminggu di bawah sinar matahari pagi. Tentunya tidak membutuhkan waktu lama. Oleh sebab itu walaupun kita sudah konsumsi tablet vitamin D maupun konsumsi makanan minuman kaya vitamin D, kita harus tetap berjemur dibawah sinar matahari untuk mengaktifkan vitamin D kita agar dapat bermanfaat bagi tubuh kita.

Suber : http://jateng.tribunnews.com/2018/10/09/sudah-konsumsi-vitamin-d-ternyata-tetap-perlu-berjemur.