PENTINGNYA VITAMIN C DI MASSA PANDEMI COVID-19

Oleh apt. Ovikariani, M.Farm ,Dosen Prodi S1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang

Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) pertama kali dilaporkan di Wuhan China adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis Corona virus baru yaitu Sars-coV-2 , sekarang menyebar ke beberapa benua dan negara termasuk Indonesia. Kasus ini dari tahun 2019 hingga saat ini masih meresahkan masyarakat Indonesia yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan, pneumonia berat hingga kematian.

Cara terbaik untuk menghindari penyakit infeksi Corona virus adalah dengan melakukan tindakan secara aktif dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah dibuat. Center of Disease Control (CDC) menyarankan setiap orang melakukan tindakan seperti : rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik, Hindari menyentuh hidung, mata atau mulut terutama bila tangan masih kotor, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, tetaplah dirumah bila sedang sakit, hindari berpergian terutama ke daerah dengan kasus infeksi corona virus. Setiap orang yang mengalami gejala menyerupai infeksi tersebut jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya dan segera dilakukan pemeriksaan selanjutnya seperti pemeriksaan rapid antigen maupun PCR di klinik maupun rumah sakit.

Selama masa pandemic saat ini betapa pentingnya kita untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku saat ini seperti 3M (Menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak minimal 1,5 – 2 meter).

Masa Covid-19 ini kadang kita merasa sedih, cemas bahkan sampai mempengaruhi kondisi fisik sehingga imunitas kita ikut menurun. Sebaiknya kita tetap menjaga nutrisi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, minum air putih dalam jumlah yang cukup dan istirahat yang cukup juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh kita agar tetap sehat dan bugar serta terhindar dari infeksi virus corona.

Vitamin C telah lama dipercaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin C juga meningkatkan produksi sitokinin oleh sel darah putih, sehingga meningkatkan respon imun. Menurut ACC Journal (Acute and critical care ) (2020) ,Vitamin C dosis tinggi telah dipelajari untuk perannya dalam syok septik, dengan beberapa uji coba terkontrol secara acak yang dilakukan untuk mengevaluasi lebih lanjut kemanjurannya dalam keadaan stres oksidatif tinggi ini. Sejak awal pandemi penyakit corona virus 2019 (COVID-19), sudah banyak terapi yang diajukan untuk pengobatan. Salah satunya adalah kemungkinan penggunaan vitamin C karena sifat antioksidannya.

Manusia memiliki kemampuan terbatas untuk mensintesis vitamin C dan harus dikonsumsi melalui makanan atau suplemen. Asupan vitamin C secara teratur hanya dapat meningkatkan vitamin C ketingkat tertentu karena penyerapan yang terbatas yaitu sekitar 70-85 µmol / L untuk asupan harian 300 mg. Dosis komparatif vitamin C oral dan intravena (IV), dosis IV mencapai tingkat konsentrasi plasma puncak yang secara signifikan lebih tinggi, sekitar peningkatan 70 kali lipat. Corona virus seperti sindrom pernapasan akut parah, corona virus 2 (SARS-CoV-2) dan influenza virus meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh yang menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Untuk mengatasi ini,pemberian vitamin C dosis tinggi (asam askorbat atau askorbat), selain standar konvensional perawatan suportif, telah terbukti menjadi terapi yang aman dan efektif untuk kasus pernapasan yang parah infeksi virus. Morbiditas, mortalitas, infektifitas dan penyebaran penyakit menular tergantung pada hubungan host-patogen. Mengingat kurangnya obat antiviral yang efektif dan aman untuk virus corona, ada harus lebih diperhatikan dalam mendukung pertahanan kekebalan tubuh, sitoproteksi dan imunoregulasi. Penerapan terapi vitamin C dosis tinggi dapat secara dramatis mengurangi kebutuhan akan dosis tinggi kortikosteroid, antibakteri dan obat antiviral yang mungkin bersifat imunosupresif, depresif adrenal dan beracun, memperumit perjalanan penyakit. Untuk secara efektif melawan virus SARS-CoV-2 baru, profesional medis harus mencari obat-obatan farmasi dan nutrisi terapeutik yang tersedia dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi dan imunosuportif yang terbukti. Vitamin C tambahanjuga dapat memberikan manfaat tambahan untuk pencegahan infeksi virus, memperpendek perjalanan penyakit dan mengurangi komplikasi penyakit (Journal of global antimicrobial resistance, 2020). Diharapkan masyarakat Indonesia tetap menjaga system imunitas tubuh dengan salah satunya mengkonsumsi Vitamin C sebagai penatalaksanaan dalam COVID-19 sangat penting, dimana pemberian vitamin C dapat mempercepat perbaikan pada kasus COVID-19 yang kerjanya pada plasma dan netrofil, selain itu Vitamin C juga dapat menangkal radikal bebas dan mencegah stress oksidatif oleh coronavirus yang berikatan di heme.

Leave a Reply

Your email address will not be published.