Author: STIKES Telogorejo

STIKES Telogorejo Juara Pertama Dan Juara Favorit Tingkat Jawa Tengah

Selamat atas dipilihnya STIKES Telogorejo Semarang menjadi juara pertama dan juara favorit di tingkat Jawa Tengah dalam lomba Spot Film Kesehatan Tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang tanggal 21 November 2013. Klip film tentang promosi kesehatan ini berjudul “Ibu Sehat Bayi Selamat”.

Film ini dibuat oleh teman-teman kita dari STIKES Telogorejo  dan berhasil meraih juara pertama dan juara fovorit di tingkat Jawa Tengah. Ini merupakan suatu awal yang baik nanti akan menyusul juara-juara lain dari STIKES Telogorejo karena kita juga selalu berpartisipasi di tingkat Kopertis Wilayah VI yang belum berhasil menjadi juara, kita yakin tahun-tahun ini kita akan berhasil menjadi juara.

Read More

Angkat Sumpah Ners II STIKES Telogorejo

Pada hari Senin tanggal 4 November 2013 di ruang auditorium lantai IV, STIKES Telogorejo Semarang menyelenggarakan acara pengangkatan sumpah Ners yang ke 2. Bahagia dan bangga karena dengan dukungan semua pihak, baik para dosen, institusi kese Read More

Visi dan Misi

VISI dan Misi STIKES Telogorejo

Visi :
Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan pendidikan kesehatan terbaik untuk masyarakat.

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang mampu menghasilkan tenaga kesehatan profesional dan siap kerja.
  2. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mengembangkan profesionalitas tenaga kesehatan.
  3. Menyediakan SDM yang profesional dan fasilitas pendidikan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi.
  4. Memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan dalam bidang pendidikan kesehatan.
  5. Menerapkan tata kelola yang baik dan benar untuk mengupayakan pertumbuhan yang berkesinambungan.

Identitas

Logo STIKES Telogorejo telah mengalami perubahan di tahun 2013. Logo yang baru terdiri dari 3 elemen yaitu emblem yang tersusun dari ikon-ikon, logotype bertuliskan “Telogorejo” serta Deskripsi insitusi bertuliskan “Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan”. Dalam pengaplikasiannya, 3 elemen tersebut mengalami variasi letak, ukuran serta warna menyesuaikan dengan media yang digunakan.

  1. Delapan Kelopak bunga
    Delapan kelopak bunga berarti delapan arah mata angin. Ke segala arah. Kelopak bunga menunjukkan insitusi yang tidak kaku dan memberikan kebaikan (harum/indah) bagi lingkungan sekitar.
  2. Pena
    Pena mewakili cita-cita STIKES Telogorejo sebagai insitusi pendidikan yang turut menorehkan pengetahuan.
  3. Simbol Telogorejo (Kemanusiaan & Kesehatan)
    STIKES Telogorejo merupakan salah satu buah perjuangan Yayasan Telogorejo yang visi utamanya adalah kemanusiaan dan kesehatan. Simbol kemanusiaan diadopsi dari “Red Cross” dan kesehatan diadopsi dari Ascelepius sebagai simbol yang disepakai di bidang kesehatan.
  4. Kobaran Api
    Lentera yang menyala diakui sebagai simbol keperawatan. Simbol kobaran api diadopsi dari simbol keperawatan serta sekaligus mengartikan semangat dan tekad pantang menyerah.
  5. Bentang Sayap
    Bentang sayap berarti cita-cita yang tinggi. insitusi mengajak semua civitas akademik memiliki sekaligus sebagai sarana mewujudkan cita-citanya.
  6. Buku Terbuka
    STIKES Telogorejo Sebagai insitusi pendidikan membuka wawasan yang luas untuk mendukung kelimuan di bidang kesehatan. Buku yang terbuka mewakili pemikiran terbuka dan berwawasan luas.
  7. Warna Jingga / Orange
    Warna jingga dapat menimbulkan perasaan posiitf, senang, gembira dan opitimis, penuh energi, mampu mengurangi depresi/perasaan tertekan.

Selain memiliki logo utama yang digunakan sehari – hari, Sikes Telogorejo Semarang juga memiliki logo alternatif yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Dilarang menampilkan logo lebih kecil dari pada contoh ukuran di atas dalam situasi apapun. Ukuran Minimal merupakan batas minimal terkecil dari pengaplikasian logo pada media, agar logo masih terlihat jelas dan dapat dibaca. Persyaratan prakis yang terpenting adalah selama logo ini masih dapat dilihat dengan jelas.

Latar Belakang

Sekolah Perawat Kesehatan

STIKES Telogorejo adalah Sekolah Pembantu Perawat yang berdiri sejak tahun 1957, dan berubah menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), kemudian karena tuntutan kemajuan pelayanan kesehatan, maka pada tahun 1990 meningkat menjadi Akademi Keperawatan, dan sejak tanggal 13 Juni 2007 berdasarkan SK MENDIKNAS RI. No. 78/D/0/2007 Akademi Keperawatan Telogorejo menjadi STIKES Telogorejo Semarang yang berkembang hingga sekarang dengan Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Profesi Bidan, S1 Farmasi, S1 Ilmu Keperawatan dan D3 Keperawatan. Gedung STIKES Telogorejo terletak di Jl. Arteri Yos Sudarso / Puri Anjasmoro Semarang.

Gedung STIKES Telogorejo Tahun 2007

STIKES Telogorejo bernaung dibawah Yayasan Kesehatan Telogorejo yang merupakan yayasan sosial dibidang kesehatan mempunyai komitmen untuk selalu menjunjung nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengedepankan pengembangan ilmu kesehatan bertaraf Nasional maupun Internasional dengan prioritas utama menghasilkan sarjana kesehatan yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan serta tanggap terhadap lingkungan, memiliki kemandirian dalam mendukung Pembangunan Nasional khususnya dibidang kesehatan. Serta mengupayakan pertumbuhan perguruan tinggi yang berkesinambungan dengan membina kehidupan akademik yang sehat serta mengembangkan sumber daya manusia Indonesia menjadi tenaga profesional sehingga mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan baik swasta maupun pemerintah.
Sejarah Singkat STIKES Telogorejo.
1928 : Yayasan Kesehatan Telogorejo
1957 : Sekolah Pembantu Perawat
1990 : Akademi Keperawatan
2007 : STIKES Telogorejo Semarang

Gedung Baru STIKES Telogorejo Semarang Tahun 2019

Wisudawati Stikes Telogorejo, Novarista Gerda Dwaa Siap Mengabdi di Papua

Kurangnya tenaga kesehatan di pelosok Papua diakui Novarista Gerda Dwaa (22) membuatnya resah.

Hal itu pula yang akhirnya mendorong dan membulatkan tekad putri asli Jayapura tersebut mengambil D3 Keperawatan di Stikes Telogorejo Semarang.

“Awalnya resah melihat pelosok Papua masih kekurangan tenaga kesehatan, bertepatan dengan saya lolos beasiswa penuh di Stikes Telogorejo, sehingga saya berproses di sini,” jelasnya.

Selama tiga tahun menempuh pendidikan, Nova menjelaskan bahwa tidak ada kesulitan dan hambatan yang berarti.

Bahkan dirinya lulus tepat waktu dengan menyandang predikat Cumlaude dan raihan IPK 3,62.

Dia berharap semoga ke depan lebih banyak putra-putri Papua yang dapat memanfaatkan peluang beasiswa dan menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

“Semoga Papua dapat lebih maju dan dapat mengejar ketertinggalan. Banyak anak Papua yang bisa berprestasi sehingga ke depan semoga bisa setara dengan daerah lainnya,” harapnya.

Dara bertempat tanggal lahir Jayapura, 15 November 1995 itu mengaku fokus dengan keperawatan medikal bedah.

Karenanya ia lebih memilih banyak menghabiskan waktu luangnya di perpustakaan untuk eksplore wawasan melalui membaca buku.

Selain itu, dirinya juga mencoba membiasakan diri dengan membaca jurnal-jurnal kesehatan yang terbaru.

“Berharapnya pendidikan yang saya tempuh tidak berhenti sampai di sini dan dapat lanjut lagi setinggi-tingginya untuk mengabdikan diri ke pelosok negeri,” jelasnya usai mengikuti prosesi wisuda, Rabu (19/9/2018)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2018/09/20/wisudawati-stikes-telogorejo-novarista-gerda-dwaa-siap-mengabdi-di-papua.

Diyah Amartiwi Mahasiswi Stikes Telogorejo yang Suka Menulis

Setiap orang bisa menulis. Namun, untuk mampu menulis dengan baik perlu latihan dan terus mengasah kemampuan. Hal itu yang dilakukan Diyah Amartiwi, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Telogorejo.

Siapa sangka, seorang calon perawat tersebut memiliki segudang prestasi dalam dunia jurnalistik. Berawal dari gemar menulis, Diyah sapaan akrabnya, terus menempa diri untuk bisa terus menulis lebih baik.

“Saya suka menulis memang sejak SMP. Ketika di kampus, tahun 2016 memang awal giat-giatnya ikut kompetisi. Kalo saya paling suka menulis seperti essay dan penulisan-penulisan untuk penelitian,” ujar perempuan berhijab tersebut.

Berawal dari suka, lama-lama jadi cinta dan akhirnya menjadi hobi yang terus ia kembangkan. Menurutnya, kampus juga sangat memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang ingin mengembangkan hobinya.

Nah, dari situ ia mulai memberanikan diri untuk ikut kompetisi-kompetisi di luar kampus. “Apalagi Bu Iin, dosen saya, beliau sangat membantu sekali dalam mencapai prestasi ini. Mungkin tanpa ada dukungan dari kampus atau Bu Iin saya tidak akan sampai di sini seperti sekarang,” tutur mahasiswi yang mengambil jurusan D3 Keperawatan tersebut.

Menurutnya, semua yang telah ia capai sampai sekarang ini merupakan bagian dari usaha kerasnya. Dan tentunya karena ada dukungan positif dari pihak akademik kampus.

Hobinya tersebut, membawanya pula untuk bekerja sebagai freelance content writer. “Lumayan untuk tambah-tambah hasilnya. Waktu itu saya memulai pada tahun 2016 di salah satu CV di Jogja. Mulai dari situ saya mulai mengasah terus mengenai cara menulis yang baik,” papar dara asli Ngawi tersebut.

Bahkan hobinya tersebut, mendapat apresiasi dari pihak akademik kampus. Karena memang hobinya telah membawanya mendapatkan berbagai prestasi di dunia jurnalistik yang cukup membanggakan.

“Karenanya, pihak akademik kampus membuka ekstrakurikuler jurnalistik. Di mana saya sendiri menjadi salah satu pematerinya. Di situ saya bisa curhat mengenai pengalaman, capaian dan hobi saya,” beber perempuan kelahiran 28 November 1996 tersebut.

“Di situ saya bisa mengajak teman-teman juga untuk cinta menulis. Karena menurut saya perawat itu tidak hanya merawat. Padahal, dari menulis perawat bisa merawat. Di samping itu kita juga bisa berkontribusi kepada masyarakat,” imbuh anak pertama dari dua bersaudara tersebut.

Diyah menceritakan, beberapa prestasi yang pernah ia dapat. Seperti juara 1 Writing Competition Telkomsel 4G lte di tahun 2016. Kemudian 30 nominator terbaik lomba cipta esai nasional di IAIN Purwokerto pada tahun 2016.

Bahkan, ia pernah tepilih menjadi duta damai dunia maya yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada tahun 2017. Masih di tahun yang sama, ia kemudian maju kembali menjadi duta damai dunia maya ke tingkat nasional.

Prestasi terakhir yang sempat diukir oleh Diyah adalah menjadi grand finalis Citizen Journalist Academy Nasional yang diselenggarakan oleh Pertamina, Liputan 6 dan Indosiar pada tahun 2017.

“Untuk konten atau tema tulisan saya lebih ke teknologi. Seperti beberapa prestasi jurnalistik yang telah saya dapatkan hampir semuanya teknologi,” ungkap Diyah tersenyum.

“Jadi kayak lomba kemarin yang di Purwokerto itu mengenai teknologi juga. Yang Writing Competition juga mengenai teknologi. Tapi tetep masih berkutat dengan teknologi kesehatan,” tambah mahasiswi yang akan melaksanakan wisuda pada 19 September 2018 mendatang.

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2018/09/19/buah-bibir-diyah-amartiwi-mahasiswi-stikes-telogorejo-yang-suka-menulis.

Jadwal Pelaksanaan Ekstrakurikuler

No Jenis Ekstrakurikuler Hari Waktu
1 Futsal Setiap hari Selasa 17.00 – 19.00 WIB
2 Senam aerobik Setiap hari Jum’at 16.00 – 17.30 WIB
3 Volly Setiap hari rabu 17.00 – 19.00 WIB
4 Tenis Meja Setiap hari rabu 17.00 – 19.00 WIB
5 Taekwondo hari kamis 18.30 – 21.00 WIB
6 Yoga setiap hari senin 18.30 – 20.30 WIB
7 Seni Tari setiap hari kamis 17.00 – 18.30 WIB
8 Paduan Suara setiap hari kamis 11.30 – 14.00 WIB
9 Fotografi dan jurnalistik setiap hari rabu 18.30 – 20.30 WIB
10 Band setiap hari selasa 19.00 – 21.00 WIB
11 Promosi kesehatan setiap hari senin 17.00 – 18.30 WIB
12 English club setiap hari senin 18.30 – 19.30 WIB