Author: STIKES Telogorejo

Pengabdian Masyarakat Prodi S-1 Farmasi Edukasi Penggunaan Obat Pada Penderita Hipertensi

Guna meningkatkan kualitas hidup manusia melalu bidang kefarmasian, pada hari Minggu 16 Juni 2019 Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertempat di Klinik Pratama Annisa, Kelurahan Beringin wilayah Kecamatan Ngaliyan Semarang.

Hal ini sesuai dengan misi ke 3 program Studi yaitu melaksanakan pengabdian masyarakat  untuk meningkatkan kualitas manusia.

Tema yang diambil pada pengabdian masyarakat kali ini adalah Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Ketepatan Penggunaan Obat Hipertensi.  Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari kerjasama antara STIKES Telogorejo dengan Klinik Pratama Annisa.

Kegiatan dimulai pada pagi pukul 07.00, dibuka oleh Kaprodi S-1 Farmasi, Dra. Tunik Saptawati, Apt.,M.Si.Med., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban akademisi , khisusnya dosen dan mahasiswa Prodi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo untuk mengaplikasikan  ilmu kefarmasian pada masyarakat.  Edukasi tentang penggunaan obat hipertensi disampaikan oleh dosen  Firstca Aulia Rachma, M.Farm, Apt. serta Ovikariani, M.Farm.,Apt. Beberapa mahasiswa juga aktif terlibat pada kegiatan tersebut dengan memberikan edukasi kepada para peserta yang berjumlah kurang lebih 40 orang. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dan berlangsung dialog interaktif. Pada kesempatan tersebut Program Studi juga membagian Garam rendah Natrium kepada para peserta serta memberikan penjelasan manfaat dan cara penggunaannya. Garam tersebut merupakan salah satu penunjang terapi hipertensi melalui program diet atau pola makan.

Pimpinan Klinia Pratama Annisa hadir pada kesempatan tersebut dan menyampaikan terimaksaih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo, serta berharap  akan berlanjut dengan kegiatan berikutnya.

Ditulis oleh : Dra. Tunik Saptawati, Apt.,M.Si.Med

STIKES Telogorejo Berbagi Di Bulan Ramadhan

STIKES Telogorejo Semarang bersinergi dengan BEM STIKES Telogorejo dan seluruh mahasiswa STIKES yang ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara berbagi takjil di bulan Ramadhan. Kegiatan ini bertema kan  “Berbagi Kemuliaan di Bulan Ramadhan” dan dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada Sabtu (18/05/2019), Senin  (20/05/2019), Rabu (22/05/2019) di beberapa titik area pembagian seperti di Sepanjang jalan Puri Anjasmoro, Sepanjang jalan Karang ayu, Sepanjang jalan Kokrosono, Sepanjang jalan Kota Lama, dan Sepanjang jalan Indraprasta.

Kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadhan yang diadakan oleh BEM STIKES Telogorejo di ikuti oleh mahasiswa setiap angkatan program studi S1 Ilmu Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan. Mahasiswa merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang mempunyai posisi strategis didalam lingkungan sosial. Mahasiswa memiliki fungsi penting dalam lingkungan sosial yang diharapkan mampu memberikan konstribusi positif yang real untuk lingkungan di sekitarnya.  Pendidikan dan pembinaan insan muda sebagai generasi bangsa dan agama sangat penting apalagi dalam mempereratkan tali silaturahmi. Dalam rangka mengisi Ibadah di Bulan Suci Ramadhan, perlunya kegiatan yang memberikan suatu momentum dan pembelajaran untuk bisa mempereratkan silaturahmi sebagai bentuk rasa syukur masih dapat bertemu pada bulan suci Ramadhan, dan Meningkatkan rasa kepedulian antar sesama umat manusia.

Sasaran dalam kegiatan berbagi takjil ini ditujukan kepada pengendara yang berhenti dilampu merah saat buka puasa, masyarakat kurang mampu yang berada di sepanjang titik area pembagian. Dalam kegiatan ini, setiap angkatan dalam program studi di haruskan untuk memberikan 2 variasi takjil dengan masing-masing sejumlah minimal 30 buah. Pelaksanaan kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadhan ini berjalan lancar dengan adanya antusias mahasiswa STIKES Telogorejo untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Ditulis Oleh : Alshela Pradini Permatasari

Selamat & Sukses Program Studi S-1 Keperawatan dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners STIKES Telogorejo Semarang meraih Akreditasi “B”

Setelah dilaksanakan visitasi akreditasi pada tanggal 1 s.d 4 Mei 2019, akhirnya dengan diterbitkannya Surat Keputusan LAM-PTKes Nomor: SK No. 0241/SK/LAM-PTKes/Akr/Sar/V/2019 dan SK No.0242/SK/LAM-PTKes/Akr/Pro/V/2019 menyatakan bahwa Program Studi S-1 Keperawatan dan Program Studi  Pendidikan Profesi Ners STIKES Telogorejo terakreditasi B.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya  kepada:

Ketua dan Pembantu Ketua STIKES Telogorejo atas semua fasilitas dan dukungan yang diberikan sejak penyusunan borang sampai dengan visitasi.

Bagian Akademik, Laboratorium, Sarana Prasarana, Perpustakaan, Tata Usaha, serta Kepala Bagian Unit dan Para Kepala Sub Bagian beserta unit-unit terkait di bawahnya yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam bentuk penyediaan dokumen dan lain-lain, baik pada saat penyusunan borang maupun saat visitasi.

Dosen dan tenaga kependidikan STIKES Telogorejo yang secara kompak dan penuh tanggung jawab bekerja sama dalam menyukseskan agenda visitasi serta teman-teman yang telah bekerja keras, tuntas dan ikhlas dalam semua proses akreditasi.

Mahasiswa dan Alumni STIKES Telogorejo Semarang serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah ikut berpartisipasi dalam kelancaran proses akreditasi.

Terima kasih atas kerja sama dan partisipasi semuanya. Semoga STIKES Telogorejo Semarang selalu terdepan, semakin berkualitas, semakin dipercaya masyarakat.

Hari Keperawatan Internasional: ‘Nurse Social Action – A Voice to Lead Health for All’ di Semarang

Dalam memperingati Hari Keperawatan Internasional, mahasiswa keperawatan se-Kota Semarang bersinergi dengan ILMIKI Wilayah IV mengadakan pengabdian masyarakat dan aksi kreatif (inagurasi) di Kelurahan Sawahbesar, Gayamsari, Kota Semarang, Sabtu (4/5/2019).

Acara ini bertema NASA (Nurse Social Action) A Voice To Lead – Health For All. Kegiatan kali ini diikuti oleh 8 Perguruan tinggi Keperawatan di Kota Semarang, yakni Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Diponegoro, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, STIKes Karya Husada, STIKes Telogorejo, STIKes Widya Husada, dan Politeknik Kesehatan Semarang.

Kegiatan ini selain memperingati hari kelahiran tokoh keperawatan modern Florence Nightingale juga sebagai wujud untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, khususnya masyarakat di Sawahbesar.

NASA (Nurse Social Action) A Voice To Lead – Health For All bertujuan agar mahasiswa keperawatan dapat memberikan pelayanan kesehatan secara professional kepada masyarakat, sehingga masyarakat menjadi lebih mengetahui tugas dan peran perawat yang sebenarnya. 

Kegiatan ini disambut antusias yang luar biasa oleh warga dan dihadiri 180 masyarakat Sawahbesar.

Serangkaian kegiatan berupa kerja bakti, penanaman bibit obat, cek kesehatan yang terdiri dari cek kesehatan mata, cek gula darah sewaktu, cek tekanan darah, berat badan, tinggi badan, bazar murah, lomba mewarnai, dan pendidikan kesehatan cuci tangan yang baik dan benar yang ditujukan untuk anak usia sekolah.

Sugiyono, ketua RW 6 Sawahbesar menyampaikan, “Saya berterima kasih sekali karena sudah memilih RW 6, untuk dijadikan tempat kegiatan Internasional Nursing Day 2019. Dengan diadakannya acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya bagi warga kurang mampu dengan adanya bazar murah dan cek kesehatan gratis.”

“Terimakasih kepada seluruh panitia dan masyarakat di Desa Sawah Besar Gayamsari, Semarang yang terlibat dalam acara ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tumbuhnya rasa peduli kepada masyarakat dan terjalinnya hubungan yang baik antar mahasiswa Keperawatan se Kota Semarang,” jelas Afifah, selaku Ketua Panitia Internasional Nursing Day 2019.

NASA (Nurse Social Action) A Voice To Lead – Health For All melanjutkan kegiatan yaitu aksi kreatif berupa membagi takjil kepada masyarakat di wilayah Taman Tirto Agung, Tembalang, Semarang.

Berlanjut kegiatan buka bersama, tarawih, dan kegiatan malam inagurasi meliputi pembentukan formasi IND (International Nursing Day) dan pentas seni yang dilakukan oleh setiap perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam acara tersebut, Minggu (12/05/2019).

“Acara pengabdian masyarakat dan aksi kreatif tersebut dapat berjalan dengan sukses dan lancar berkat kerjasama yang luar biasa antar mahasiswa Keperawatan se-Kota Semarang, khususnya mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Diponegoro, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, STIKes Karya Husada, STIKes Telogorejo, STIKes Widya Husada, dan Politeknik Kesehatan Semarang,” jelas Afifah.

Hidup Mahasiswa Keperawatan Indonesia! (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/05/15/hari-keperawatan-ada-nurse-social-action-a-voice-to-lead-health-for-all-di-semarang.

Dari Positif hingga Jadi Candu, Berikut Penjelasan Stikes Telogorejo Tentang Dampak Internet

Oleh : Ni Made Ayu Wulan Sari, Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Di Era digital menyebabkan setiap orang tidak dapat lepas dari pengaruh gadget. Setiap orang mempunyai satu atau lebih gadget yang tersambung internet. Penggunaan internet didominasi dengan akses sosial media seperti WhatsApp, LINE, Facebook dan Instagram. Sosial media ini menjadi sebuah kebutuhan.

Kebutuhan dasar tidak hanya makan, minum, udara tetapi juga internet. Internet juga dapat membuat orang lebih tidak peka dengan lingkungan sekitar dan menjadi lebih anti sosial. Orang akan lebih disibukkan dengan meng update status pada sosial media dibandingkan berkomunikasi dengan orang disekitarnya.

Penggunaan internet berlebihan dengan tujuan yang tidak positif dapat menyebabkan kecanduan, misalnya adalah Cybersexual addiction, Cyber-relational addiction dan Net Compulsion.

Cybersexual addiction yang berarti orang – orang yang terlalu berlebihan melihat, mendownload dan mengakses pornografi online termasuk dalam chatting dengan tema pornografi; Cyber-relational addiction adalah seseorang yang berlebihan dalam menjalin hubungan online atau mungkin masuk kedalam dunia virtual.

Dunia virtual lebih penting daripada pernikahan dan keluarga; Net Compulsion adalah seseorang yang melakukan judi online, shopping online, biasanya berakibat kehilangan finansial, relasi dan pekerjaan; information overload merupakan seseorang yang lupa waktu dalam menjelajah, mengumpulkan dan menyusun informasi dari dunia maya; computer addiction merupakan seseorang yang kecanduan dalam bermain game sehingga melupakan pekerjaan dan keluarga (Shaw & Black, 2008).  

Adanya internet juga mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif antara lain penggunaan untuk belajar seperti mengakses email, membaca artikel jurnal, mengakses materi perkuliahan (Graham, 2015).

Dampak negatif penggunaan internet antara lain menjadi tidak peka dengan lingkungan, dapat meningkatkan depresi dan menurunkan harga diri seseorang (Wang, et.al., 2013).

Oleh karena itu, adanya internet perlu dengan bijak dalam mempergunakannya supaya mendapatkan manfaat yang maksimal dan terhindar dari kecanduan internet. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/05/16/dari-positif-hingga-jadi-candu-berikut-penjelasan-stikes-telogorejo-tentang-dampak-internet

Tips Jitu Memilih Tempat Kuliah

Oleh: Arief Sulistianto
Ka. Marketing dan Kerjasama STIKES Telogorejo Semarang

ERA millenial ini banyak sekali perguruan tinggi bermunculan. Dengan menawarkan segudang fasilitas, hal ini membuat calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan lanjut meski selektif dalam memilih tempat perkuliahan yang cocok dan kedepannya dapat menghantarkan ke jenjang karier yang diinginkan.

Banyak orang tua yang hanya sekedar memberikan masukan ke anaknya bahwa pilih tempat kuliah sebatas akreditasi, gedung, bahkan sejarahnya saja tanpa melihat sisi peminatan si anak, sehingga membuat si anak nantinya tidak nyaman dalam perkuliahan karena tidak sesuai dengan peminatan yang diharapkan. Hal ini bukan berarti orang tua salah, mungkin dapat disikapi dengan pembicaraan awal (diskusi) dengan topik jurusan yang akan diambil terlebih dahulu. Dalam hal ini tidak hanya menyangkut peminataan si anak saja, melainkan pasca pendidikan juga menjadi fokus pembicaraan/diskusi.

Mengingat jika kita terpaku hanya pada pemintaan si anak saja tanpa melihat pasca kelulusan nantinya, maka bisa dipastikan karier juga akan kesulitan. Di era sekarang ini banyak sekali jurusan pendidikan yang jarang dibutuhkan dalam lingkup kerja. Kita mesti pintar dalam memilih jurusan pendidikan, sehingga selepas lulus dapat mudah dalam mendapatkan pekerjaan dan berkarier dengan baik. Pada kesempatan ini kami dapat memberikan contoh misal jurusan kesehatan, yang lebih spesifik keperawatan. Jurusan ini masih banyak dibutuhkan oleh institusi kesehatan.

Dengan adanya program jaminan kesehatan dari pemerintah, mengharuskan rumah sakit memiliki tenaga kesehatan khususnya perawat yang memadai, sehingga mau tidak mau menambah jumlah tenaga kesehatan dalam hal ini perawat sesuai kebutuhan yang ada.

Begitu pula di luar negeri.

Kebutuhan tenaga perawat saat ini cukup menjanjikan, sehingga dapat dimanfaatkan lulusan perawat di Indonesia untuk berkairer disana.

Nah, jika telah menemukan jurusan yang dianggap representatif, selanjutnya tinggal kita mengarah ke tempat studinya, bagaimana fasilitas yang diberikan, apakah menjembatani lulusan nantinya setelah selesai menempuh pendidikan, apakah laboratoriumnya lengkap, bahkan juga perlu diperhatikan tempat praktiknya, apakah mempunyai rumah sakit sendiri sebagai lahan praktik?

Untuk itu lebih selektif dalam memilih tempat kuliah sangatlah penting agar tidak kecewa setelahnya, karena dengan banyak sekali perguruan tinggi kesehatan namun tidak memiliki fasilitas sesuai harapan.

Agar tidak salah memilih perguruan tinggi dapat mencari beberapa referensi perguruan tinggi kesehatan yang ada contohnya STIKES Telogorejo Semarang.

STIKES Telogorejo Semarang merupakan perguruan tinggi kesehatan yang terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan pendidikan kesehatan terbaik bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi tempat perkuliahan yang representatif bagi yang ingin di jalur kesehatan.

STIKES Telogorejo Semarang memiliki 4 jurusan salah satunya keperawatan dengan jenjang D3 dan Profesi. Kesemua jenjang tersebut sangat terbuka nantinya dalam berkarier. Memang kedua jenjang tersebut berbeda, perbedaan yang mencolok pada lama studi. Jika jenjang D3 Keperawatan cukup ditempuh 3 tahun sedangkan jenjang profesi Keperawatan (Ners) ditempuh dalam waktu 5 Tahun. Mengenai fasilitas unggulan yang ada sangat representatif.

Mulai dari gedung, ruang kuliah, sampai laboratoriumnya bahkan STIKES Telogorejo telah memiliki rumah sakit sendiri yang merupakan satu naungan yayasan yaitu rumah sakit Telogorejo. Untuk keunggulan yang diminati calon mahasiswa bahwa STIKES Telogorejo Semarang memiliki fasilitas perekrutan karyawan rumah sakit.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang tingkat akhir dan alumni. Hal ini didasari kerjasama perekrutan karyawan antara STIKES Telogorejo Semarang dengan rumah sakit rumah sakit di Indonesia.

Tentunya yang paling utama rumah sakit kita sendiri yaitu SMC RS Telogorejo Semarang. Dengan adanya fasilitas tersebut tentunya mahasiswa tingkat akhir dan alumni STIKES Telogorejo dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Hal ini pastinya diidam-idamkan oleh orang tua maupun mahasiswa.

Untuk yang berminat dapat langsung mendaftar secara online di pmb.stikestelogorejo.ac.id, dan mengikuti tahapan seleksinya. (*)

Sumber :, http://jateng.tribunnews.com/2019/05/23/tips-jitu-memilih-tempat-kuliah?page=all.

BNP2TKI beri informasi Penempatan Nurse dan Careworker G to G Jepang di STIKES Telogorejo

Jumat lalu (17/5/2019), Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengunjungi STIKES Telogorejo Semarang untuk memberikan Informasi Penempatan Nurse dan Careworker Program G to G Jepang.  Kegiatan ini di hadiri oleh Deputi Penempatan BNP2TKI, Bapak Teguh Hendro Cahyono. Beliau menjelaskan Program G to G Jepang (Goverment to Government Jepang) adalah program kerjasama yang dijalin oleh  Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang dalam mendayagunakan perawat / tenaga kesehatan Indonesia sejak tahun 2008. Beliau menyampaikan juga bahwa program ini sangat menarik sekali untuk diikuti karena menjadi kesempatan kita sebagai perawat untuk berkiprah di dunia internasional, apalagi program ini tidak dipungut biaya lhoo… hanya saja sebelum mengikuti program ini, calon pelamar diharapkan mendaftarkan diri secara online di g2g.bnp2tki.go.id kemudian datang ke BP3TKI setempat untuk melakukan registrasi serta melengkapi syarat lain yaitu Tes Kesehatan yang dibebankan secara mandiri. Tanggal 31 Mei 2019 ini menjadi batas akhir pengumpulan persyaratan sebelum masuk ke tahap training yang akan dijalani kurang lebih selama 6 bulan. Jangan khawatir, program ini bersifat resmi dan bagi teman-teman yang nantinya bersedia untuk bekerja disana juga mendapat perlindungan dari BNP2TKI. Nah, kesempatan ini tidak hanya satu kali, jadi teman-teman juga bisa ikut di gelombang selanjutnya dan informasi dapat dilihat di www.bnp2tki.go.id . Lulus kuliah ga mau nganggur kaannn… ayo ikuti seleksinyaa..:)

Ditulis Oleh : Linda Kusuma Anggakristi

Pelantikan BEM STIKES Telogorejo Periode 2019 – 2020

Pada Jumat (10/5) bertempat di ruang Teather lantai 3 STIKES Telogorejo berlangsung pelantikan dan serah terima jabatan Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES Telogorejo 2019/2020. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STIKES Telogorejo dr. Swanny Trikajanti Widyaatmaja , M.Kes., Ph.D, Ketua STIKES Telogorejo terdahulu dr. Murti Wandrati , M.Kes, Pembantu Ketua I, Pembantu Ketua lII bidang Kemahasiswaan, Dosen serta staff dan seluruh mahasiswa yang terpilih dalam struktur organisasi BEM STIKES Telogorejo periode 2019 -2020.

Presiden BEM terpilih adalah Alshela Pradini dari Prodi S.1 Keperawatan dengan Wakil Presiden Fariz Alqomar juga dari Prodi S.1 Keperawatan

Dalam sambutannya Ketua STIKES Telogorejo meminta agar BEM terpilih dapat menjadi semakin maju dan memiliki prestasi yang sejalan dengan visi STIKES Telogorejo yaitu menjadi sekolah tinggil ilmu kesehatan terdepan dalam meningkatkan kuaitas hidup manusia dengan memberikan pendidikan kesehata terbaik untuk masyarakat dan tetap memiililiki nilai nilai luhur yayasan kesehatan Telogorejo “ i Care”. Dalam kesempatan tersebut dr. Swanny memberi pesan khusus untuk Badan Eksekutif Mahasiswa untuk optimis, berani, dan kerja keras. dan diharapkan keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi berpengaruh positif terhadap prestasi akademik. Sambutan ibu Ketua pun ditutup dengan Quotes dari Ki Hadjar Dewantara “Jadikan Setiap Tempat Sebagai Sekolah dan Jadikan Setiap Orang Sebagai Guru”.

Ramuan Jahe untuk Mengurangi Nyeri Asam Urat

Oleh Ns. Siti Juwariyah, M.Kep, Dosen Stikes Telogorejo

PENYAKIT asam urat terjadi pada sekitar 1 dari 200 orang dewasa lebih diperberat ketika lansia.

Kondisi ini dapat mempengaruhi semuaorang, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, tetapi pria lebih mungkin mengalaminya daripada wanita.

Penyakit asam urat adalah penyakit  arthritis yang menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang datang secara tiba-tiba pada sendi tubuh.

Jempol kaki merupakan bagian yang paling sering terkena asam urat , tetapi penyakit ini dapat mempengaruhi sendi lain di kaki, seperti lutut, pergelangan kaki, telapak kaki.

Asam urat juga kadang di lengan, tangan, pergelangan tangan dan siku.

Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Penyakit asam urat dapat menjadi kronis, kondisi ini bisa disembuhkan dan dicegah agar tidak kambuh. Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi beberapa faktor gaya hidup.

Jangan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin contohnya jeroan, daging, ikan teri, sarden.

Cara mengobati penyakit asam urat dengan cepat secara alami dapat dilakukan dengan bahan-bahan alami.

Penyakit asam urat biasaya akan membuat penderita merasa sakit dan tidak nyaman pada bagian persendian di sekitar kaki, tangan dan lutut.

Penderita asam urat yang sudah parah bahkan bisa merasakan sakit yang luar biasa disertai dengan pembengkakan di bagian sendi.

Tentu saja ini akan membuat aktivita menjadi tidak nyaman dan lansia sering merasa lebih menderita.

Salah satu pengobatan alami dan sederhana untuk penderita asam urat dengan menggunakan jahe.

Jahe merupakan jenis tanaman obat yang bisa membantu mengatasi peradangan dan mengurangi rasa sakit ketika kadar asam urat dalam tubuh sangat tinggi.

Jahe juga mengandung zat gingerol yang membantu menenangkan rasa sakit.

Ramuan jahe juga akan mengurangi asam urat yang tinggi dan menghilangkan rasa sakit secara alami.

Caranya campurkan satu ruas jahe dengan satu gelas (200 ml) air hangat.

Minum air jahe itu setiap dua kali sehari bisa ditambahkan satu sendok kunyit bubuk.

Bisa juga satu ruas jahe di parut kemudian parutan jahe itu di tempelkan ke bagian tubuh yang nyeri selama 10-15 menit.

Yang tidak kalah penting tetep lakukan aktifitas fisik ringan terutama pada lansia karena gerakan tubuh akan membantu menurunkan kadar asam urat dan mengontrol berat badan.

TETAP SEMANGAT DAN TETAP SEHAT!

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/05/03/ramuan-jahe-untuk-mengurangi-nyeri-asam-urat?page=all.

STIKES Telogorejo Semarang Menggelar Seminar Nasional Manajemen Nyeri dalam Layanan Kesehatan di Era Milenial

STIKES Telogorejo Semarang menggelar Seminar Nasional di Gedung Auditorium dengan tema Manajemen Nyeri dalam Layanan Kesehatan di Era Milenial. Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu dr. Melyana Nurul Widyawati, S.Si, T, M.Kes, Mahirsyah Wellyan, M. SC., Apt, Ns. Sarinti M.Kep dan Ns. Imelda Yanti, M.Kep., Sp.Kep.An.

Dr Melyana Nurul Widyawati, S.Si, T, M. Kes menjelaskan tentang melahirkan tanpa rasa nyeri dengan gentle birth. Mahirsyah Wellyan, M. SC., Apt menjelaskan terkait pelayanan kefarmasian dalam penatalaksanaan terapi nyeri. Ns. Sarinti M.Kep mengangkat topik terkait manajemen nyeri di layanan kesehatan berdasarkan SNARS, sedangkan Ns. Imelda Yanti, M.Kep., Sp.Kep.An mengangkat topik Hypnotouch pain control.

Seminar diikuti sekitar 898 peserta yang meliputi praktisi, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Peserta yang ikut dalam seminar tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjadi praktisi yang berkompeten di bidang keperawatan, farmasi maupun kebidanan.