Author: STIKES Telogorejo

Jaminan Kesehatan

STIKES Telogorejo Semarang memberikan fasilitas bagi seluruh mahasiswa aktif berupa asuransi jaminan kesehatan (sesuai ketentuan yang berlaku), dengan adanya fasilitas tersebut mahasiswa dapat belajar dengan tenang dan nyaman.

Sarana Laboratorium Lengkap

Salah satu penunjang pembelajaran di STIKES Telogorejo yaitu Laboratorium dengan kelengkapan alat yang memadai, bahkan boleh dikata STIKES yang memiliki salah satu Laboratorium terlengkap di Jawa Tengah, bahkan assesor BAN PT saat visitasi mengatakan bahwa dapat diusulkan menjadi Laboratorium percontohan tingkat Nasional. Hal tersebut berguna bagi mahasiswa, sehingga pada saat praktik atau bekerja di Rumah Sakit sudah mempunyai kompetensi yang tidak diragukan lagi

Perekrutan Karyawan Rumah Sakit

STIKES Telogorejo Semarang memiliki fasilitas unggulan yaitu program perekrutan karyawan Rumah Sakit bagi semua mahasiswa semester akhir.

Untuk program studi D3 yang boleh ikut serta mahasiswa semester 5, dan untuk program studi S1 yang boleh ikut serta mahasiswa semester 7 / Pra Profesi Ners

Program ini dijalankan untuk memfasilitasi mahasiswa yang akan lulus, sehingga dapat bekerja setelah di wisuda

Perekrutan karyawan diadakan di kampus STIKES Telogorejo Semarang melalui seleksi bersama

Program Beasiswa

Salah satu fasilitas unggulan yang ada di STIKES Telogorejo Semarang yaitu adanya Program Beasiswa. Program Beasiswa terdiri dari 3 macam yaitu

  • Beasiswa Prestasi (dari Yayasan dan Dikti)

Terkait penerima beasiswa prestasi dari Yayasan yaitu yang menduduki rangking di tiap semesternya.
Rangking 1 bebas biaya operasional pendidikan (di semester yang akan diikuti).
Rangking 2 Potongan 75% biaya operasional pendidikan (di semester yang akan diikuti)
Rangking 3 Potongan 50% biaya operasional pendidikan (di semester yang akan diikuti)

  • Beasiswa Kurang Mampu (dari Yayasan dan Dikti)

Terkait beasiswa ini mekanismenya melalui pengajuan mahasiswa kurang mampu namun berprestasi sesuai ketentuan yang berlaku diajukan kepada Yayasan Kesehatan Telogorejo dan diberikan tiap semester

  • Beasiswa Akomodasi / Tempat Tinggal (sesuai ketentuan)

Terkait penerima beasiswa ini sesuai program yang berjalan setiap Tahun Akademik dan untuk mahasiswa baru, dengan kualifikasi institusi / sekolah mahasiswa baru bekerjasama dengan STIKES Telogorejo, dari jalur PMDP/Raport, berasal dari Institusi atau sekolah luar kota Semarang, serta ketentuan yang berlaku yang disampaikan saat wawancara.

Pelatihan Keterampilan Hidup berbasis Keuangan

Proyek YouthWin through Economic Participation (YEP) adalah bagian dari inisiatif multi program bernama Kunci dari United States Agency for International Development (USAID) untuk membekali kaum muda dari kelompok kurang mampu secara ekonomi dan rentan di Indonesia dengan Pelatihan Keterampilan Hidup berbasis Keuangan (Financial Life Skills/FLS) yang diperlukan agar mereka bisa memiliki kesempatan untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan ekonomi dan meraih keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kegiatan pelatihan ini Financial Markets International (FMI) mengimplementasikan program ini di Indonesia untuk USAID, bekerja sama dengan the International Youth Foundation (IYF), Global Economic Education Alliance (GEEA) serta Yayasan Ecofined Indonesia (ICEFE) dan didukung oleh Kemenristekdikti.

STIKES Telogorejo Semarang menjadi salah satu Sekolah Tinggi yang terpilih dalam program pelatihan tersebut. Pelatihan tersebut diselenggaran pada tanggal 29 Januari – 2 Februari 2019 dan diikuti oleh beberapa Mahasiswa pilihan STIKES Telogorejo Semarang.

Para mahasiswa sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut karena dikemas secara menarik, kreatif dan bermanfaat bagi kalangan anak muda agar kelak bisa memiliki keterampilan bekerja yang lebih baik, memiliki tujuan hidup yang lebih jelas serta pengelolaan keuangan yang lebih baik. Semua peserta pelatihan tersebut berharap semoga pelatihan tersebut tetap dapat diselenggarakan di STIKES Telogorejo Semarang kedepannya.

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Asti Nuraeni/ Community Health Nursing
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, makan sayur dan buah, cek kesehatan secara rutin, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan tempat tinggal dan menggunakan jamban.

Germas dilakukan oleh setiap individu dalam keluarga di lingkungan masyarakat dengan cara melakukan praktek pola hidup sehari-hari. Dalam program ini, pemerintah berperan sebagai penyedia layanan/ sarana dan prasarana kesehatan sekaligus menggerakkan institusi dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

Terlaksananya gerakan masyarakat hidup sehat agar sesuai indikator dapat kita evaluasi di setiap keluarga dengan cara pendekatan keluarga. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. Keluarga sebagai fokus dalam pendekatan pelaksanaan program Indonesia Sehat karena menurut Friedman (1998), terdapat lima fungsi keluarga.

Pertama, fungsi afektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.

Kedua adalah fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan dan meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

Ketiga adalah fungsi reproduksi (The Reproduction Function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga. Keempat adalah fungsi ekonomi (The Economic Function) yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Terakhir, fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care Function) untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.

Sedangkan tugas-tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan adalah mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarganya, mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat, memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarganya, mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan fasilitas kesehatan.

Pendekatan keluarga salah satu kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan kader germas untuk menilai apakah setiap keluarga dalam 1 bulan terakhir melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur serta cek kesehatan berkala. Kunjungan rumah yang dilakukan digunakan dalam memonitoring terlaksananya Germas selama 1 bulan.

Peran serta anggota masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada juga merupakan kunci keberhasilan program ini sehingga pemberdayaan masyarakat diperlukan. Salah satu yang sudah dilakukan oleh STIKES Telogorejo adalah memberikan pelatihan kepada kader Germas dalam monitoring dan evaluasi kegiatan Germas.

Langkah yang dilakukan pertama kali adalah kegiatan sosialisasi yang kemudian kegiatan berikutnya adalah pelatihan kader germas. Hasil akhir pelatihan kader melakukan kunjungan rumah dengan melakukan monitoring evaluasi kegiatan germas yang sudah dilakukan keluarga selama 1 bulan terakhir.

Hasil yang dilakukan kader germas ini dapat menumbuhkan gerakan hidup sehat sehingga tujuan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Akhirnya pendekatan keluarga salah satu upaya yang efektif dalam membiaakn masyarakat untuk hidup sehat. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/01/24/germas-atau-gerakan-masyarakat-hidup-sehat-dengan-pendekatan-keluarga.

Informasi Lowongan Perawat Eka Hospital

Informasi Lowongan Perawat Eka Hospital :
Kualifikasi :

  • Mahasiswa Profesi Ners STIKES Telogorejo
  • Alumni Profesi Ners
    Kirim surat lamaran ke Career Center paling lambat 22 Februari 2019
    Pelaksanaan campus hiring :
    Hari/tanggal : Senin, 4 Maret 2019
    Pukul : 08.00 – selesai
    Tempat : Ruang Teater Lt 3 STIKES Telogorejo

Lotus Birth, Metode Melahirkan yang Mulai Dilirik Ibu-Ibu Hamil

Oleh Kristina Maharani
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

MELAHIRKAN dengan metode lotus birth mulai di lirik ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Namun secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi karena belum terbukti secara ilmiah.

Kelahiran Lotus jarang dipraktekkan di rumah sakit, tetapi lebih sering terjadi di pusat-pusat kelahiran dan kelahiran di rumah. Di dunia  kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversial dan belum ada penelitiannya secara ilmiah.

Metode lotus birth dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, nutrisi dan antibodi.

Metode ini diyakini dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi. Plasenta bisa memproduksi antibodi hanya bila masih berada di dalam tubuh ibu.

Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi.

Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Kelebihan cairan yang keluar dari plasenta, yang kemudian ditempatkan dalam sebuah mangkuk terbuka atau dibungkus kain permeabel dan disimpan di dekat bayi yang baru lahir.

Air dialirkan di sekitar plasenta untuk mengeringkannya, dan untuk menghindari berbau busuk yang terjadi. Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian seperti lavender herbal, bubuk, seperti goldenseal atau neem.

Pemberian tersebut diharapkan untuk mempercepat pengeringan, untuk menetralkan bau dekomposisi, dan sifat antibakteri.

Budaya Lotus Birth sudah lama dilakukan di  Tibet dan Zen Buddhisme untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien-hua Sen). Kepercayaan ini menganalogkan mereka masuk ke dunia secara utuh sebagai anak-anak kudus.

Referensi untuk kelahiran itu juga  ditemukan dalam Hinduisme termasuk di daerah Bali atau suku Aborigin seperti kung, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.

Praktek kesehatan ini pertama kali di dunia Barat dipopulerkan oleh  Jeannine Parvati Baker, penulis buku pertama tentang yoga prenatal di prenatal yoga in the West, Prenatal Yoga & Natural Childbirth. Buku itu menggambarkan pengalaman persalinannya sendiri sebanyak dua kali.

Proses persalinan tersebut diilhami nilai yoga ahimsa serta yoga pengajaran inti yang melekat dalam proses ikatan primal.

Manfaat penundaan pemotongan tali pusat dalam penelitian yang dilakukan di Swedia  terhadap 400 bayi diperoleh hasil bayi-bayi yang tali pusatnya ditunda dipotong selama 3 menit memiliki kadar zat besi lebih tinggi di usia empat bulan dibandingkan dengan bayi yang tali pusatnya langsung dipotong beberapa detik pasca lahir.

Penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal itu menyebutkan penundaan memotong tali pusat bayi selama 3 menit cukup efektif untuk mencegah anemia. Penundaan memotong tali pusat pun seharusnya dipertimbangkan sebagai standar dalam kelahiran cukup bulan.

Analisis menemukan bahwa bayi yang baru lahir pada kelompok penundaan-klem memiliki lebih besar  zat besi dalam darah mereka. Jumlah zat besi dalam darah saat lahir dapat mempengaruhi kesehatan, terutama risiko seorang bayi untuk anemia pada bulan-bulan pertama kehidupan.

Namun, studi ini juga menemukan bahwa bayi dalam kelompok tertunda-klem lebih rentan terhadap penyakit kuning. Banyak bayi mendapatkan bentuk ringan dari penyakit kuning saat lahir karena hati belum matang dan tidak bisa memproses bilirubin.

Hanya karena tali pusat telah berhenti berdenyut  tidak berarti tali pusat menjadi tidak berguna lagi. Ada yang masih mengalir ke dalam darah bayi. Setelah mencapai volume darah optimal pada bayi, sisa dari jaringan akan menutup secara aktif.

Penutupan semua jaringan TIDAK terjadi ketika tali pusat tampak berhenti berdenyut. Tali pusat dapat terus berdenyut sekitar 2 hingga 3 jam.(*)


Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/01/17/lotus-birth-metode-melahirkan-yang-mulai-dilirik-ibu-ibu-hamil?page=all

Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem One Day Service

Penerimaan Mahasiswa Baru STIKES Telogorejo Semarang masih dibuka di bulan Februari dengan biaya pendaftaran hanya 25 ribu per prodi, info lebih lanjut klik pmb.stikestelogorejo.ac.id atau hubungi 085740845265 Sistem seleksi one day service, datang – daftar – seleksi – wawancara, dalam satu hari, jadwal seleksi Senin – Babtu , pk. 08.00 – 15.00 WIB di kampus STIKES Telogorejo Semarang

Campus Hiring Siloam Hospital

Dalam rangka meningkatkan serapan lulusan, sesuai dengan program STIKES Telogorejo, bekerjasama dengan instansi rumah sakit dalam hal pendayagunaan alumni. Kali ini Siloam Hospital hadir untuk melakukan proses rekrutmen perawat untuk mahasiswa dan alumni Profesi Ners dan D3 Keperawatan. Perekrutan yang biasa di sebut dengan Campus Hiring ini di gelar pada Rabu (31/1) di Ruang Auditorium lantai 4 STIKES Telogorejo Semarang.

Syarat perekrutan adalah mahasiswa profesi ners, D3 Keperawatan, alumni profesi Ners dan alumni D3 Keperawatan. Total peserta dalam rekrutmen ini adalah 57 kandidat. Peserta tersebut telah lolos tes administrasi kemudian akan dilanjutkan dengan dengan tes tulis dan interview. Setelah melalui tes tulis dan interview, bagi peserta yang lolos akan di lanjutkan dengan tes psikotes kemudian ke tes medical checkup (MCU). Perekrutan ini dipandu oleh Talent Acquisition; Ibu Lana.


Mahasiswa profesi ners, D3 Keperawatan, alumni profesi Ners dan alumni D3 Keperawatan sedang melakukan proses rekrutmen dari Siloam Hospital

Sebelum tes perekrutan, di awali dengan penjelasan Company Profile tentang Siloam Hospital yang merupakan anak perusahaan dari Lippo Group. Untuk memaksimalkan kerjasama dalam pendayagunaan alumni ini, akan melakukan perekrutan setiap tahun. Dengan adanya kerjasama rekrutmen ini, harapannya akan banyak lulusan STIKES Telogorejo yang terserap dalam perekrutan dan mendapat pekerjaan dengan waktu tunggu yang singkat.

Ditulis oleh : Career Center