sekretariat@stikestelogorejo.ac.id (024) 76632823 +62 858-7599-4522

Wajib Tahu! Ini Serba-serbi Tentang Vaksin Booster ( Efek Samping, Kelebihan, dan Kekurangan)

Oleh : apt. Dra. Tunik Saptawati, Msi. Med – Dosen S1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang

Momen Idul Fitri tahun 2022 lalu, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan mudik lebaran meski pandemi belum berakhir. Keputusan tersebut tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang merantau dan telah melewatkan agenda lebaran bersama keluarga selama dua tahun belakangan ini. Namun, untuk bisa pulang kampung, pemerintah mewajibkan pemudik harus sudah vaksin booster Covid-19.

Apa saja jenis vaksin booster yang bisa dipilih oleh pemudik? Bagaimana efek samping masing-masing vaksin tersebut? Simak informasinya dalam serba-serbi tentang vaksin booster berikut ini.

Serba-serbi Vaksin Booster yang Wajib Diketahui

Vaksin booster adalah bagian dari rangkaian vaksinasi Covid-19 yang disuntikkan setelah seseorang mendapatkan dosis lengkap vaksin primer. Pemberian vaksin booster ini bertujuan untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan memperpanjang waktu perlindungan dari paparan virus Covid-19.

Vaksinasi yang diselenggarakan Pemerintah sejak Januari 2022 ini ditujukan bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas. Pemberiannya sendiri diprioritaskan bagi penderita imunokompromais dan lansia, dengan dua mekanisme, yaitu:

  • Mekanisme Homolog

Jenis vaksin yang diberikan, sama dengan jenis vaksin primer dosis lengkap yang sudah didapatkan sebelumnya. Merek vaksin yang masuk dalam kategori vaksin homolog, antara lain Pfizer, Sinovac, dan Moderna.

  • Mekanisme Heterolog

Pada mekanisme ini, vaksin booster yang diberikan berbeda jenis dengan vaksin primer dosis lengkap yang didapatkan sebelumnya.

Jika sebelumnya masing-masing vaksin dapat diberikan minimal 6 bulan setelah vaksin dosis lengkap, maka berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Kemenkes RI Nomor SR.02.06/II/ 1180 /2022 aturan tersebut berubah. Surat Edaran yang mengatur tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat Umum ini menyebutkan bahwa vaksin booster dapat diberikan minimal 3 bulan setelah pemberian vaksin dosis lengkap.

Jenis-Jenis Vaksin Booster Serta Efek Samping, Kelebihan, dan Kekurangannya

Berbicara tentang jenis vaksin, ada banyak merek vaksin booster yang bisa dipilih masyarakat. Semua merek vaksin ini tentu memiliki efek samping berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, berikut jenis-jenis dan efek vaksin booster menurut situs resmi BPOM:

Sinovac

  • Diberikan setengah dosis pada kelompok usia 18 tahun ke atas.
  • Pemberian pada orang dewasa, dapat meningkatkan antibodi hingga 21- 35 kali setelah 28 hari pemberian booster ini.
  • Efek samping bersifat ringan. Umumnya, penerima vaksin akan mengalami nyeri ringan, demam dan sakit kepala ringan, atau iritasi sedang.

Pfizer

  • Juga diberikan sebanyak setengah dosis pada kelompok usia 18 tahun ke atas.
  • Meningkatkan antibodi sebesar 3,29 kali setelah pemberian vaksin booster.
  • Efek samping yang dirasakan, antara lain nyeri di tempat suntikan, demam, nyeri otot, kelelahan, nyeri sendi, dan sakit kepala.

AstraZeneca

  • Dapat diberikan setengah dosis, minimal 3 bulan setelah vaksinasi primer selesai.
  • Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.
  • Dapat meningkatkan antibodi, dari 1792 menjadi 3746.
  • Efek samping yang dirasakan, antara lain nyeri pada bekas suntikan, sakit kepala, merasa lelah, menggigil atau demam, mual, nyeri sendi, dan merasa lelah.

Moderna

  • Diberikan setengah dosis pada kelompok usia 18 tahun ke atas.
  • Pemberian booster homolog vaksin Moderna dapat meningkatkan antibodi sebesar 12,99 kali.
  • Efek samping yang dilaporkan, nyeri di tempat suntik, mual, demam, dan pegal.

Zifivax

  • Vaksin booster heterolog yang dapat diberikan setengah dosis setelah pemberian vaksin Sinovac atau Sinopharm.
  • Ditujukan untuk usia 18 tahun ke atas.
  • Peningkatan antibodi lebih dari 30 kali pada penerima vaksin yang telah mendapatkan vaksin Sinovac atau Sinopharm.
  • Efek samping yang dilaporkan berupa nyeri di tempat suntikan, demam, sakit kepala, mual, batuk, diare, nyeri otot, dan kelelahan.

Sinopharm

  • Vaksin booster Sinopharm hanya bisa diberikan pada seseorang yang telah menerima vaksin primer Sinopharm dengan dosis penuh (0,5 ml).
  • Efek samping berupa nyeri di tempat suntik, demam, dan KTD (Kejadian Tidak Diinginkan) yang bersifat ringan.

Cara Cek Tiket Vaksin Booster

Pemberian vaksin booster telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan, dengan tata pelaksanaan berdasarkan skala prioritas. Masing-masing individu akan mendapatkan dua suntikan booster dengan rentang waktu selama 14 hari.

Untuk mengetahui apakah Anda terdaftar sebagai penerima booster, lakukan pengecekan menggunakan aplikasi. Selain cek tiket vaksin booster melalui aplikasi dan situs web, Anda juga bisa mengunjungi unit pelayanan kesehatan terdekat untuk cek jadwal vaksinasi.

Prosedur vaksin kini semakin mudah, bukan? Jadi buat anda yang belum melakukan vaksin booster, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat ya

Related Posts

Leave a Reply

Arsip Informasi