rtp mpltoto rtp mpl toto mpltoto prediksi mpl toto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltotompltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto mpltoto data cambodia ladangtoto data cambodia ladangtoto data japan data taiwan situs toto ladangtoto
sekretariat@stikestelogorejo.ac.id (024) 76632823 +62 858-7599-4522

Disusun Oleh : Ns. Sri Puguh K, M.Kep, Sp.MB ( Ketua Progfram Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Anda mungkin sudah tidak asing dengan penyakit stroke. Stroke merupakan kondisi medis yang membahayakan jika tidak segera diatasi. Jika Anda mencurigai diri sendiri atau orang di sekitar Anda mengalami stroke, segera hubungi pusat kesehatan terdekat agar orang tersebut segera mendapatkan penanganan.

Lalu, apa sebenarnya stroke itu? Bagaimana stroke bisa terjadi dan apa saja gejalanya? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Stroke?

Otak adalah organ yang penting bagi manusia untuk mengontrol gerakan dan menyimpan ingatan. Otak juga merupakan sumber pikiran, emosi dan bahasa kita. Otak juga mengontrol banyak fungsi tubuh seperti mengatur sistem pencernaan dan pernapasan.

Agar otak bisa berfungsi dengan baik, organ tersebut memerlukan suplai oksigen yang cukup. Arteri mengantarkan darah yang kaya oksigen ke seluruh bagian otak. Maka, apabila ada sesuatu yang menghalangi aliran darah tersebut, sel-sel di otak akan mulai mati dalam hitungan detik karena tidak ada oksigen yang sampai ke sana. Inilah yang menyebabkan stroke.

Penyebab Stroke

Stroke kadang disebut juga dengan istilah brain attack. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kondisi itu terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi suplai darah ke bagian otak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh dua hal, yakni:

  • Penyumbatan arteri. Stroke yang disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau bocor biasanya disebut dengan stroke iskemik
  • Pecahnya pembuluh darah di otak. Selain penyumbatan dan kebocoran, stroke juga bisa disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini disebut dengan stroke hemoragik.

Ada juga orang yang mengalami gangguan aliran darah ke otak sementara yang disebut dengan transient ischemic attack (TIA). Meski gejalanya mirip dengan stroke, tapi biasanya gejalanya tidak bertahan lama. TIA juga tidak menyebabkan kerusakan otak permanen seperti stroke.

Gejala Penyakit Stroke

Beberapa gejala penyakit stroke yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Tiba-tiba mengalami kesulitan berkomunikasi dan memahami apa yang dikatakan orang lain. Penderita mungkin akan mengalami kebingungan, mengucapkan kata-kata yang tidak jelas atau kesulitan memahami pembicaraan
  • Lumpuh atau mati rasa pada wajah, lengan maupun kaki. Gejala ini seringkali hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh saja. Cobalah angkat kedua lengan secara bersamaan ke atas kepala. Jika salah satu lengan mulai turun, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Saat tersenyum, salah satu sisi bibir juga mungkin akan terkulai dibanding sisi lainnya
  • Masalah pada salah satu maupun kedua sisi mata. Pasien mungkin tiba-tiba merasakan penglihatan yang kabur atau gelap pada salah satu sisi mata
  • Sakit kepala. Sakit kepala parah yang mendadak yang mungkin disertai dengan muntah, pusing atau penurunan kesadaran mungkin menjadi indikasi stroke yang perlu diwaspadai
  • Kesulitan berjalan. Penderita stroke mungkin akan kehilangan keseimbangan saat berjalan, tersandung, pusing dan kehilangan koordinasi secara tiba-tiba.

Faktor Risiko Stroke

Siapa saja bisa terkena stroke. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke. Faktor risiko itu, antara lain:

Faktor Gaya Hidup

Mereka yang kelebihan berat badan, mengalami obesitas dan kurang aktif secara fisik cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan stroke. Begitu juga mereka yang kecanduan alkohol serta obat-obatan terlarang. Ini juga bisa menjadi penyebab stroke ringan yang sering terjadi.

Kondisi Medis

Tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok (baik perokok aktif maupun pasif), kandungan kolesterol darah yang tinggi serta diabetes juga bisa memicu stroke. Gangguan jantung seperti gagal jantung atau infeksi jantung juga bisa meningkatkan risiko stroke.

Usia dan Riwayat Kesehatan Keluarga

Stroke lebih sering menyerang orang yang berusia di atas 55 tahun. Mereka yang memiliki keluarga dengan risiko stroke, serangan jantung atau TIA juga berpotensi lebih besar untuk terserang stroke. Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait stroke. Bagi Anda yang memiliki faktor risiko tinggi atau ingin menghindari stroke, mulailah untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan istirahat yang cukup. Jika memiliki gejala, jangan ragu mencari informasi terkait pengobatan stroke di pusat kesehatan terdekat.

Related Posts

Leave a Reply

Arsip Informasi