sekretariat@stikestelogorejo.ac.id (024) 76632823 +62 858-7599-4522

Disusun Oleh: Ns. Danny Putri Sulistyaningrum, M.Kep., Sp.Kep.MB ( Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal untuk pasien yang didiagnosis gagal ginjal stadium akhir. Hemodialisa harus dijalani seumur hidup pasien, dimana dalam 1 minggu dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali dengan durasi 4 hingga 5 jam. Terapi ini bertujuan untuk membersihkan dan menyaring darah dari sisa sampah metabolisme tubuh. Selain itu, terapi ini juga berguna untuk membuang cairan yang berlebih dari dalam tubuh. Banyak pasien hemodialisa yang mengeluhkan mengalami peningkatan berat badan diantara waktu hemodialisa. Beberapa penyebabnya antara lain tidak mampu mengontrol asupan cairan, kurang memahami batasan cairan yang seharusnya, tidak adanya pengawasan dari orang sekitar, serta kondisi haus yang sering dirasakan.

Berdasarkan dari beberapa literatur maupun jurnal, ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menghindari terjadinya peningkatan berat badan yaitu :

  • Pertama. Pasien harus paham terlebih dahulu terhadap batasan jumlah kebutuhan cairannya. Pasien harus menentukan berat badan ideal (berat badan yang tidak dalam kondisi bengkak). Kemudian pasien harus menampung urin (air kencing) selama 24 jam. Apabila pasien tidak dalam kondisi bengkak dan masih terdapat urin, maka jumlah kebutuhan cairannya adalah 500 ml + jumlah urin dalam 24 jam. Namun apabila pasien dalam kondisi bengkak dan atau sudah tidak terdapat urin, maka jumlah kebutuhan cairannya adalah 500 ml per hari.
  • Kedua. Pasien perlu membuat jadwal untuk pengaturan jumlah cairan dan kapan akan minum. Tentunya hal ini perlu komitmen dari pasien untuk tidak melanggar jadwal tersebut.
  • Ketiga. Libatkan keluarga atau orang sekitar untuk mengingatkan apabila pasien melanggar jumlah kebutuhan cairan yang seharusnya.
  • Keempat. Berkumur selama 30 detik saat timbul rasa haus tanpa menelan air. Dengan berkumur maka rongga mulut akan menjadi basah, napas menjadi lebih segar, dan mulut menjadi lebih bersih.
  • Kelima. Mengulum es batu akan memberikan rasa dingin yang menyegarkan. Dalam hal ini osmoreseptor menghantarkan sinyal ke hipotalamus sehingga rasa haus menjadi berkurang.
  • Keenam. Mengunyah permen karet bebas gula akan menstimulasi laju aliran saliva (air liur).

Semoga beberapa strategi diatas dapat membantu dalam mengatasi kelebihan cairan pada pasien hemodialisa. Salam sehat!

Related Posts

Leave a Reply

Arsip Informasi